• Mahasiswa Pembangunan Sosial Unmul Belajar Langsung ke BKKBN Kaltim
  • Harwan Muldidarmawan Dorong Penerapan Etika Bisnis dan Kepatuhan sebagai Pilar Good Governance
  • Kolaborasi Jasa Raharja Hadirkan Museum Film dan Fotografi di Kota Tua Jakarta
  • Jasa Raharja Tutup Siaga Lebaran 2026, Catat Penurunan Kecelakaan dan Santunan Tepat Waktu
  • Jasa Raharja Pastikan Layanan Prima Arus Balik Idulfitri di Jawa Timur
Mahasiswa Pembangunan Sosial dialog dengan BKKBN Kaltim, Gedung Bangga Kencana

SAMARINDA– Mahasiswa Program Studi Pembangunan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman, mendapat kesempatan berharga mengikuti kuliah lapangan di Kantor Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis 16 April 2026. Kegiatan ini menjadi ajang untuk melihat langsung bagaimana kebijakan kependudukan dijalankan di daerah. 

Dosen pengampu mata kuliah Pembangunan Berwawasan Kependudukan, Sarifudin, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan mempertemukan teori yang dipelajari di kelas dengan realitas di lapangan.
“Mahasiswa bisa melihat langsung kondisi faktual kependudukan hari ini, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna,” ungkapnya.

Mengenal Indeks Pembangunan Berwawasan Kependudukan (IPBK)

Dalam sesi materi, Novi Hendrayanti, S.KM., M.KM., dari BKKBN Kaltim, mengajak mahasiswa membedah isu-isu strategis kependudukan. Salah satu topik utama adalah Indeks Pembangunan Berwawasan Kependudukan (IPBK).

“Diskusi kita mencakup bonus demografi, tantangan ke depan, hingga IPBK sebagai alat ukur pembangunan,” jelas Novi.

Data terbaru menunjukkan IPBK Kalimantan Timur tahun 2025 berada di angka 71,1, masuk kategori “Menengah Atas”. Indeks ini mencakup lima dimensi penting: Partisipasi, Keberlanjutan, Inklusivitas, Holistik Integratif, dan Kesetaraan.

Dari Data ke Kebijakan Nyata

Novi juga menekankan pentingnya peran akademisi dalam memahami pengelolaan data kependudukan, terutama di tengah dinamika pembangunan akibat pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Harapannya, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat bagaimana data diolah menjadi kebijakan nyata untuk masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang hangat. Mahasiswa antusias membahas isu-isu seperti pengangguran muda, tantangan sektor informal, hingga strategi penurunan stunting di Kalimantan Timur.

Bekal untuk Generasi Muda

Kunjungan ini bukan sekadar agenda akademik, tetapi juga pengalaman berharga bagi mahasiswa. Dengan melihat langsung praktik kebijakan kependudukan, mereka diharapkan lebih siap menyusun riset maupun tugas akademik berbasis data faktual.

Bagi mahasiswa Pembangunan Sosial Unmul, kuliah lapangan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran terbaik adalah ketika teori bertemu dengan realitas.

BKKBN 2
@2026- Penulis: Zhufinka, Zhuhaidah, Yulianto, Purwanto Ed. Jul

NEXT

KONTENT SLIDER